Kamis

Tersadar, Sudah Banyak Orang yang Pergi dari Hidup Saya

Satu-persatu nama dikartu keluarga itu telah terhapus. Kini, hanya tinggal menyisakan nama kami berdua. Rasanya aneh. Aku mungkin bisa mengelola rasa sedih kehilangan, tapi yang paling menyesakkan dari itu semua adalah mengelola rasa hampa dan kekosongan di dalam hati. Rasa sepi dan sunyi yang tiap kali datang. 

Tentu saja pasti terasa aneh, karena bagaimanapun juga pasti ada bagian dari hati saya yang patah. Ada bagian dari hati saya yang terus-menerus memutar memori kenangan saat dulu masih bersama-sama. Karena memang hati saya memilih untuk tidak mau melupakan. Hati saya ingin hidup berdamai dan berdampingan dengan segala kenangan itu. Biarlah itu jadi sumber sedihnya juga semangatnya pula.

Semoga perjalanan merelakan ini terasa lebih mudah. Entah apapun yang menanti saya di depan sana, semoga seperti janji pelangi setelah badai reda.

Rumah, 7/7/2022

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Intimate Wedding

Mau flashback sedikit ke bulan Desember tahun lalu. Tahun 2023. Hari dimana adik perempuanku satu-satunya melangsungkan akad nikah di rumah ...