Minggu

Kosong

Sepi, teramat sepi. Sunyi, lebih sunyi dari apapun. Perasaan kosong, entah kenapa aku tidak tahu. Pernahkah kamu merasa terlalu amat sangat sepi hingga ingin menangis, menjerit, dan berteriak untuk mengurangi beban dan perasaan sepi yang membelenggu ini? Kadang aku berpikir, di dunia ini adakah orang yang mengalami hal yang sama seperti yang kurasakan? Atau hanya aku seorang diri yang merasakan hal paling menyedihkan ini? Atau karena aku tidak punya orang untuk diajak bicara? Atau karena aku terlalu jauh dari rumah?
(entahlah~aku benar-benar sendirian~dan sangat menyiksa~sepertinya aku perlu merubah pola hidup atau menghilang saja?)

Aku kini bisa mengambil kesimpulan bahwa hal yang paling menyedihkan di dunia ini adalah kesepian, rasa tidak memiliki dan dimiliki oleh apapun. Bukan tidak memiliki uang atau harta benda yang membuatku sedih, tapi rasa kesepian adalah kesakitan yang lebih buruk dari itu semua. Bahkan lagu yang sengaja aku putar keras-keras dan menggaung di seisi dalam kamarku tidak bisa membendung rasa sepi yang merundung.

Kata orang, mencurahkan hati, perasaan, dan pikirin melalui tulisan bisa mengurangi beban, maka dari itu aku mulai menulis lagi. Karena perasaan dan isi hati ini belum bisa aku ceritakan pada orang lain. Belum bisa aku ceritakan karena belum menemukan orang yang tepat untuk berbagi. Belum bisa aku ceritakan karena tidak semua orang akan peduli tentangku.

Kata orang, kamu harus memiliki kepercayaan yang kuat, keimanan yang teguh terhadap takdir Allah yang telah digariskan untukmu, dan untuk tiap-tiap makhluk agar hatimu tenang, damai, tidak resah, gelisah apalagi sepi. Dan tidak perlu pula mengkhawatirkan masa depan karena sudah digariskan. Memang ini berat dan kamu harus tahan. Pada akhirnya ada hikmah dibalik itu semua.

Sejujurnya aku (mungkin) sudah tahu cara mengatasi kesepianku. Mendapatkan kembali sumber endorphin terbesarku. Kembali pulang dan berkumpul bersama orang-orang yang kusebut ‘rumah’ adalah jawabannya. Tapi satu hal yang sudah aku pilih dan aku mulai di sini harus diselesaikan. Jadi aku bisa apa? (Hang on)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Intimate Wedding

Mau flashback sedikit ke bulan Desember tahun lalu. Tahun 2023. Hari dimana adik perempuanku satu-satunya melangsungkan akad nikah di rumah ...