Minggu

Apa ini?


Kenapa selalu begini? 
Kenapa aku selalu tidak bisa menemukan ujungnya?
Disekian banyak cabang persimpangan jalan itu, kenapa aku selalu tersesat?
Sang pengembara mengatakan padaku jalan yang benar diawal, namun aku tak pernah sanggup menuntaskannya. Ditiap setengah perjalananku, selalu mengaburkan pandangan, kemudian hilang dan terlupakan. Sudah. Begitu saja. Hambar. Tanpa tahu dimana penyelesaiannya.
Mungkin memang aku tidak berbakat dalam urusan ini. Atau, aku terlalu pengecut?
Ah, sudahlah. Toh dia juga sama saja. Tak bergeming diujung dering teleponnya. Masih digenggam erat. Tangannya bergetar. Mulutnya terkunci. Gagu, membisu, tak satupun kata dapat ia muntahkan.
“Sudahlah, tak perlu dipaksakan.” Kataku. Mungkin, kalau saja lampu jalanan itu menyala sedikit lebih terang, aku bisa dengan mudah menemukan ujungnya. Maaf telah merepotkanmu. Maaf juga, karena diam-diam aku telah berani merindukan suaramu. Berpikir bahwa mungkin kau bisa menemaniku sampai ke ujung jalan. Dan, ternyata aku salah.


Untuk orang yang baru, bisakah ini berlanjut? Dilain kesempatan mungkinkah?



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Intimate Wedding

Mau flashback sedikit ke bulan Desember tahun lalu. Tahun 2023. Hari dimana adik perempuanku satu-satunya melangsungkan akad nikah di rumah ...