Senin

Hanya Menunggumu (inconsistent)




                                                                                                     
            Aku berteriak, aku mengaum mengibaskan laraku,
            Apa kau bisa mendengarnya?

            Aku berlari, aku menangis di bawah hujan sore itu,
            Apa kau bisa melihatnya?

            Aku menggigil, aku mendesah dalam lelahku,
            Apa kau bisa merasakannya?

            Ah, semua percuma saja.
            Kau sudah sangat jauh dari jangkauan tangan mungil ini.
            Kau mungkin sudah bahagia di sana tanpaku.

            Tapi kenapa selalu munafik?
            Menyangkal ini rindu untukmu.
            Sampai kapan?

            Pintakan pada sang waktu.
            Hanya menunggumu saja
            Bolehkah?




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Intimate Wedding

Mau flashback sedikit ke bulan Desember tahun lalu. Tahun 2023. Hari dimana adik perempuanku satu-satunya melangsungkan akad nikah di rumah ...