Aku berteriak, aku mengaum
mengibaskan laraku,
Apa kau bisa mendengarnya?
Aku berlari, aku menangis
di bawah hujan sore itu,
Apa kau bisa melihatnya?
Aku menggigil, aku
mendesah dalam lelahku,
Apa kau bisa merasakannya?
Ah, semua percuma saja.
Kau sudah sangat jauh dari
jangkauan tangan mungil ini.
Kau mungkin sudah bahagia
di sana tanpaku.
Tapi kenapa selalu
munafik?
Menyangkal ini rindu
untukmu.
Sampai kapan?
Pintakan pada sang waktu.
Hanya menunggumu saja
Bolehkah?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar