Kamis

Bagaimana Jika?

Bagaimana jika badai dihatiku tidak pernah berakhir?
Bagaimana jika selalu ada kabut pekat yang berputar di dalamnya?
Bagaimana jika kemudian hatiku mati?
Dan bahkan tidak merasakan apapun lagi?
Haruskah aku tetap mencintaimu jika selama menunggu saja, hati ini patah berkali-kali?

Aku hanya persinggahan untukmu.
Pemberhentian sebelum akhirnya kau pergi lagi.
Dan kembali membuang luka padaku.

Pergilah...
Cari hidupmu sendiri.
Aku pun akan demikian.



sebuah puisi random yang kutulis circa 2014 

Intimate Wedding

Mau flashback sedikit ke bulan Desember tahun lalu. Tahun 2023. Hari dimana adik perempuanku satu-satunya melangsungkan akad nikah di rumah ...