Bagaimana jika selalu ada kabut pekat yang berputar di dalamnya?
Bagaimana jika kemudian hatiku mati?
Dan bahkan tidak merasakan apapun lagi?
Haruskah aku tetap mencintaimu jika selama menunggu saja, hati ini patah berkali-kali?
Aku hanya persinggahan untukmu.
Pemberhentian sebelum akhirnya kau pergi lagi.
Dan kembali membuang luka padaku.
Pergilah...
Cari hidupmu sendiri.
Aku pun akan demikian.
sebuah puisi random yang kutulis circa 2014