Dia adalah manusia yang selalu bingung menentukan arah.
Belok kanan, belok kiri, atau lurus saja.
Dia hanya tahu dia harus terus berjalan.
Tidak boleh berhenti.
Sampai di satu titik, ketika sebuah keberuntungan menghadangnya,
daripada memilih untuk berhenti,
dia memilih untuk mundur lagi ke belakang.
Karena yang penting baginya adalah terus, dan terus berjalan.
Belok kanan, belok kiri, atau lurus saja.
Dia hanya tahu dia harus terus berjalan.
Tidak boleh berhenti.
Sampai di satu titik, ketika sebuah keberuntungan menghadangnya,
daripada memilih untuk berhenti,
dia memilih untuk mundur lagi ke belakang.
Karena yang penting baginya adalah terus, dan terus berjalan.
Dia selalu merasa melewati jalan asing.
Mencari entah apa.
Berlari entah untuk apa.
Ratusan persimpangan dilewati, lalu diabaikan.
Hingga kerinduan menjelma menjadi bayangan sepanjang perjalanan.
Akulah tokoh itu.
Dan keriduanku akan menjadi bayanganku.
Kerinduan pada suatu hari milik kita.
Pada satu persimpangan, dimana kita pertama kali bertemu.
Mencari entah apa.
Berlari entah untuk apa.
Ratusan persimpangan dilewati, lalu diabaikan.
Hingga kerinduan menjelma menjadi bayangan sepanjang perjalanan.
Akulah tokoh itu.
Dan keriduanku akan menjadi bayanganku.
Kerinduan pada suatu hari milik kita.
Pada satu persimpangan, dimana kita pertama kali bertemu.
Milli & Nathan
