Kamis

Tulisan usang

september hampir berakhir. tapi tulisan itu tetap sama meski telah puluhan kali ku baca. tidak berubah. ya, tulisan yang terpampang disana. di sebuah buku catatan di dunia maya. tulisan yang mulai usang dan hampir tak ada orang yang melihatnya bahkan hanya untuk sekilas. aku berharap akan ada orang yang membacanya. membaca tulisan yang mungkin tak seindah untaian puisi dan tak sebijak kata seorang motivator itu. hanya sebuah tulisan tentang curahan hati. untuk membagi kisahku dengan orang lain. agar orang lain tahu apa yang aku rasakan..

Minggu

Someday in Autumn

Ketika daun-daun itu telah kering dan mulai jatuh berguguran, begitu pula hatiku yang mulai meruntuhkan satu demi satu kepingan kenangan masa lalu. Menunggumu. Telah cukup lama. Bahkan terlalu lama. Hingga ratusan Autumn berlalu... ratusan keping kenangan pula telah berangsur pudar dari hatiku. Kini menunggumu tak lagi menyenangkan. Menunggumu membuatku putus asa. Menunggumu seperti menggenggam air. Sia-sia.

Aku lebih suka berjalan dibawah pohon deciduous, menikmati daun jatuh, menginjaknya, menendangnya seperti aku menginjak dan melupakanmu. Autumn akan terus berlalu dan aku akan tetap seperti ini. Someday in Autumn let me completely forget you...

poem of love~사랑의source: imagination 

-->


Sabtu

Di suatu tempat di sebuah mimpi

Aku tertahan. Di suatu tempat, entah di mana. Semua putih. Terlihat putih. Bahkan tak ada warna selain putih. Begitu terang, menyilaukan mata. Hingga hanya ada sebuah cahaya yang dapat kulihat. Sementara jiwa terpisah dari raga. Mengarungi bunga tidur di ujung lelapku. Merebahkan tubuh, memejamkan mata sejenak. Melepas penat dari dunia. 

Akankah aku kembali?? Sebelum pergi, berdoalah agar kau kembali. Hidup akan penuh rasa syukur saat kau kembali. Tuhan... terima kasih untuk hari ini. Semoga dunia tetap sama saat aku membuka mata.

-->


Bulan yang mengawali Bulan

Bulan di malam terakhir dibulan Agustus. Bersinar sangat terang. Begitu terang. Lebih terang dari biasanya. Seolah tersenyum, mengajakku melihat keindahannya. Aku terpesona. Beberapa menit berlalu dan aku masih terpaku.

Bulan malam itu tidak sendiri. Ia bersama awan hitam. Meski terlihat menakutkan, tapi bagiku itu indah. Semakin malam, bulan berangsur hilang dari pandanganku. Berada jauh, lebih jauh di atas langit bersama bintang. Menyinari seluruh sudut bumi. 

Ah, bila esok mentari telah bangun dari tidurnya dan mulai menebarkan kehangatan untuk bumi, maka bulan barupun tiba. Awal September. September ceria. I hope so...

Intimate Wedding

Mau flashback sedikit ke bulan Desember tahun lalu. Tahun 2023. Hari dimana adik perempuanku satu-satunya melangsungkan akad nikah di rumah ...